
Situs Makam Gede Ing Suro merupakan salah satu destinasi wisata religi dan sejarah yang berada di Kota Palembang. Situs ini berlokasi di Jl. Ratu Sianum, Lorong H. Umar, Kelurahan 1 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Kota Palembang.
Kompleks Makam Gede Ing Suro diperkirakan berasal dari abad ke-16 dan memiliki keterkaitan erat dengan sejarah awal perkembangan Islam serta pemerintahan di Palembang. Lokasi situs ini juga diyakini memiliki jejak peninggalan masa Hindu-Buddha yang berkaitan dengan kawasan permukiman pada masa Sriwijaya.
Dalam sejarahnya, Ki Gede Ing Suro merupakan salah satu keturunan bangsawan Demak yang datang ke Palembang. Ia merupakan putra dari Ki Gede Ing Lautan, salah seorang dari 24 bangsawan Demak yang meninggalkan tanah Jawa dan hijrah ke Palembang setelah terjadinya konflik politik di Kesultanan Demak.


Setibanya di Palembang, Ki Gede Ing Suro kemudian menjadi salah satu tokoh penting dalam perkembangan pemerintahan dan kehidupan masyarakat di kota pelabuhan yang sebelumnya merupakan bagian dari wilayah Kedatuan Sriwijaya. Ia dikenal dengan nama Kiai Mas Anom dan disebut memerintah sekitar tahun 1582–1587 Masehi. Sosoknya juga kerap dikaitkan sebagai salah satu cikal bakal berdirinya Kesultanan Palembang.
Kompleks Situs Makam Gede Ing Suro memiliki luas sekitar 1 hektare dan terdapat puluhan makam di dalamnya. Dari keseluruhan makam tersebut, saat ini hanya beberapa makam yang inskripsinya masih dapat terbaca, di antaranya Makam Ki Gede Ing Suro.
Berada di kawasan yang sarat dengan nilai sejarah dan budaya, Situs Makam Gede Ing Suro menjadi salah satu tempat penting untuk mengenal jejak awal perkembangan Islam, sejarah pemerintahan, serta perjalanan panjang Kota Palembang dari masa ke masa.



