Masjid Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo

Masjid Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo, yang lebih dikenal oleh masyarakat sebagai Masjid Agung Palembang, merupakan salah satu masjid tertua dan bersejarah di Kota Palembang. Masjid ini menjadi salah satu destinasi wisata religi unggulan dan telah termasuk dalam 76 destinasi wisata Kota Palembang.

Masjid yang sarat akan nilai sejarah dan budaya ini telah mengalami beberapa kali renovasi. Salah satu renovasi dan restorasi besar dilakukan pada tahun 1999 pada masa Gubernur Sumatera Selatan H. Rosihan Arsyad. Renovasi tersebut tidak hanya memperbaiki bagian-bagian bangunan yang mengalami kerusakan, tetapi juga menambahkan tiga bangunan baru di sisi selatan, utara, dan timur masjid.

Pada proses renovasi tersebut, bagian kubah juga mengalami perbaikan dan restorasi. Setelah seluruh proses selesai, Masjid Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo kemudian diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia ke-5, Megawati Soekarnoputri.

Arsitektur

Pada awal pembangunannya, masjid ini memiliki karakter arsitektur Melayu-Palembang. Seiring dengan berbagai renovasi dan perkembangan bangunannya, Masjid Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo kini menampilkan perpaduan tiga pengaruh arsitektur, yaitu Melayu, Tiongkok, dan Eropa.

Pengaruh Melayu-Palembang dapat terlihat pada bentuk bangunan dan atap bertingkat. Pada bagian puncak atau mustaka, terdapat undakan berukiran bunga tropis yang di bagian ujungnya dihiasi mustika berpola bunga merekah. Bentuk undakan bangunan juga menunjukkan pengaruh arsitektur candi Hindu-Jawa.

Sementara itu, karakter Eropa terlihat pada bentuk jendela yang besar dan tinggi serta pilar-pilar berukuran besar yang memberikan kesan kokoh dan megah. Penggunaan material seperti marmer dan kaca juga menjadi bagian dari karakter arsitektur tersebut.

Adapun pengaruh Tiongkok tampak pada bentuk atap masjid utama yang menyerupai limas bertingkat tiga. Pada bagian atas sisi limas terdapat ornamen jurai daun simbar yang melengkung menyerupai tanduk kambing.

Perpaduan berbagai unsur arsitektur tersebut menjadikan Masjid Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai warisan sejarah, budaya, dan arsitektur yang menjadi identitas Kota Palembang.

Bagikan Artikel Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait